Kamis, 12 November 2015

KONDISI WIRAUSAHA DI MASYARAKAT



 13 NOVEMBER 2015

KONDISI WIRAUSAHA DI MASYARAKAT
Di dunia,negara-negara biasa terbagi menjadi negara maju, atau negara berkembang. Negara maju adalah sebutan untuk negara yang menikmati standar hidup yang relatif tinggi melalui teknologi tinggi dan ekonomi yang merata. Contoh-contoh negara yang bisa dikatakan sebagai negara maju antara lain, Amerika Serikat, Hong Kong, Belanda, Portugal, Spanyol dan masih banyak lagi. Sedangkan Negara berkembang
adalah sebuah negara dengan rata-rata pendapatan yang rendah, infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indek perkembangan manusia yang kurang dibandingkan dengan norma global.
Contoh Negara berkembang: Meksiko, India, Malaisya dan Indonesia.

Mengapa Indonesia masih di katakan sebagai negara berkembang? Padahal Indonesia di kenal dengan negara yang kaya akan Sumber Daya Alamnya (SDA). Karena kecendrungan negara-negara berkembang adalah ditandai dengan masyarakat yang memiliki pendapatan  perkapita lebih rendah dibandingkan negara maju dan biasanya memiliki populasi penduduk yang padat. Negara berkembang belum mempunyai kondisi ekonomi dan sosial yang makmur, kebanyakan penduduknya miskin, pemikiran-pemikiran modern belum menyusup sampai ke desa-desa, dan kemajuan teknologi masih sangat jarang mampir sampai ke desa-desa, serta banyaknya pengangguran. Melihat kondisi itu  maka Indonesia merupakan salah satu negara yang termasuk di dalamnya. Pendapatan masyarakat yang rendah dan tingkat populasi penduduk yang tinggi menjadi suatu permasalahan yang harus diatasi oleh pemerintah negara berkembang dalam upaya mensejahterakan rakyatnya. Di kota besar seperti Jakarta yang terhitung pendududknya sangat padat, keadaan seperti ini sudah menjadi pemandangan umum. Banyak orang yang hidup kurang beruntung  terpaksa hidup sebagai pemulung sampah. Karena pendapatan yang diperolehnya sangat rendah, anaknya tidak dapat disekolahkan sehingga tingkat kecerdasan anak tersebut tidak berkembang. Hal ini juga menimbulkan kesenjangan ekonomi yang tajam antara orang  yang berpenghasilan tinggi dan orang yang berpenghasilan rendah. Hal ini menyebabkan kemerosotan perekonomian di Negara Indonesia. Jika di biarkan keadaan perekonomian Negara Indonesia seperti itu terus maka semakin lama Negara akan semakin miskin dan terbelakang, serta berdampak pada keamanan nasional akan terganggu.

Maka dari itu peran kewirausahaan sangat diperlukan untuk pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Mengapa? Ada beberapa alasan mengapa kewirausahaan dikatakan sebagai faktor yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Yang pertama, kewirausahaan dapat membuka lapangan kerja di Indonesia. Menurut data dari BKD (Badan Kepegawaian Daerah), jumlah pegawai saat ini sekitar 7.663.570 orang yang terdiri dari PNS 4.700.000 orang, guru dan dosen sekitar 2.000.000, TNI sekitar 464.000, Polri sekitar 412.000. Seperti yang kita ketahui saat ini  pertumbuhan penduduk setiap tahunnya melonjak meningkat dan lapangan kerja yang sedikit menyebabkan banyaknya pengangguran di Indonesia. Selain itu Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) semakin berkurang juga makin membuat melarat rakyat Indonesia. Sehingga pengangguran di Indonesia setiap tahunnya semakin bertambah pada tahun jumblahnya hampir 8,32 juta orang atau 7,14%. Penduduk Indonesia sekarang berjumblah 237,8 juta orang, adapun angkatan kerja sebanyak 1165 juta orang. Artinya orang yang bekerja berjumlah 108,2 juta. Sisanya yang belum bekerja sekitar 8,32 juta orang, itulah pengangguran. Dengan banyaknya pengangguran di Indonesia, maka tingkat kriminalitas akan meningkat. Karena semua orang ingin bertahan hidup. Jangankan pengangguran yang tidak mempunyai pekerjaan atau belum mendapat pekerjaan, bahkan pejabat-pejabat tinggi yang kita ketahui sudah mempunyai kursi yang layak, fasilitas serta gaji yang mencukupi, masih bisa melakukan tindak kriminal seperti tindak pidana pencurian yuang negara atau korupsi yang sangat amat merugikan uang negara. Karena masalah-masalah tersebut diatas dan ada batas penerimaan pegawai negri, maka sumber potensi yang bisa mengurangi pengangguran adalah menjadi profesional di berbagai organisasi dan perusahaan swasta. Misalnya di sektor pertanian, industri, bidang jasa. Ruang lain yang terbuka bagi penganggur adalah menjadi pekerja pembangunan infrastruktur jalan, bandara, pelabuhan, perumahan, pembangkit listrik. Potensi terakhir dan sangat membantu menyerap tenaga kerja baru adalah wirausaha. Maka di butuhkanlah adanya seorang wirausahawan, dengan adanya 1 wirausahawan di Indonesia maka akan mengurangi sedikit dari 8,32 juta orang itu bagaimana jika tenaga kerja swasta atau wirausaha dan tenaga kerja negri bisa seimbang tidak heran jika suatu saat Indonesia dapat mengatasi masalah pengangguran di negaranya.

Kewirausahaan juga memiliki peranan penting untuk menjadikan masyarakat lebih kreatif dan mandiri. Di Indonesia sendiri jumlah wirausahawan adalah sebesar 19,3% dari jumlah total penduduk dewasa. Dengan adanya kewirausahaan masyarakat dapat mempunyai kemampuan untuk  menciptakan dan menyediakan produk yang bernilai tambah atau inovasi-inovasi yang baru sehingga dapat menjadikan masyarakat lebih kreatif dalam menyampaikan ide-ide dan kreasinya, mereka bisa menciptakan barang yang dirasa perlu dan penting untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri sehingga tidak perlu menimpor dari luar negeri. Selain itu masyarakat tidak tergantung dengan pemerintah seperti tenaga kerja negri (PNS) yang masih di gaji oleh pemerintah, bahkan seorang wirausaha akan mendatangkan omset yang akan di berikan ke negara melalui pajak. Secara tidak langsung kesejahteraan ekonomi masyarakat bisa stabil.
Alasan ketiga mengapa wirausaha berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah  menarik invesrtor asing untuk berinverstasi atau menanamkan modalnya di Indonesia. Satu kekurangan dari negara maju seperti contohnya negara Amerika yang berinvestasi di Indonesia. Dengan adanya investor asing seperti itu maka akan dapat menambah devisa negara. Selain itu wirausaha dapat mendorong meningkatnya sector pariwisata di Indonesia.

Contohnya:  Seorang wirausaha membuka usaha pembangunan hotel di dekat pantai Lovina, Daerah Buleleng, Bali. Dengan adanya hotel di depan pantai Lovina maka akan mengundang para turis asing untuk mengunjungi pantai Lovina selain karena devisa negara akan bertambah, si wirausahawan akan membayar pajak dari jumlah pendapatan yang dia peroleh dari usahanya membangun hotel.
            Itulah mengapa wirausaha di katakan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Inonesia. Tapi ada beberapa kendala yang dialami oleh wirausahawan yaitu biasanya yang menjadi kendala utama orang takut untuk membuka usaha atau berwirausaha di karenakan mereka tidak mempunyai cukup modala untuk berwirasaha. Tapi untuk mengatasi hal itu pemerintah telah mempogramka untuk rakyat kecil peminjaman modal melalui bank dan program UKM (Usaha Kecil Menangah). Melalui program ini bukan hanya masyarakat yang pempunyai moda besar yang bisa membuka usaha, tapi masyarakat kecil juga bisa. Dengan UKM ini bisa mengurangi pengangguran juga sehingga kemiskinan di Indonesia semakin membaik. Dan program ini telah berjalan sangat baik dan membantu perekonomian di Indonesia dan kesejahteraan rayat Indonesia.

SUMBER: 23.
Griffin, RW. Dan Ebert, RJ., Binis (Jilid 1), Jakarta:Prehallindo, 1997.
Mas’ud & Mahmud, Kewirausahaan, Yogyakarta:BPFE, 2005.

Impian Diri Seorang Wirausaha



JUM’AT 13 NOVEMBER 2015

IMPIAN DIRI SEORANG WIRAUSAHA

Posted by ANISA PUTRI UTAMI

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjC68ObzwlY4Vg8b3B87tKQeUVj0vuwER0CxYnTOzLvSW2vwPVNqVSiMKiMvonQlL4P5vqYjD6ltOMm2W3UmAl3w8lfqH90qNGgpDyr6KolEPtma1QKOLfyif8woDnBDXh5KMXe9oYWbNU/s1600/wirausaha+sukses.jpg

Menjadi seorang wirausaha sukses merupakan salah satu impian besar dan cita-cita bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Banyak contoh profesi yang sangat menjanjikan seperti halnya seorang dokter, insinyur, akuntan, pengacara mendapatkan posisi yang besar dalam keinginan masyarakat pada umumnya di indonesia. Namun jika dilihat kenyataan pada saat ini, sudah melai bergeser secara berlahan-lahan.

Di indonesia ada yang membuat wirausahawan menjadi panik saat memulai berusaha yaitu dengan cara pengelihatan mereka yang  seringkali salah mengenai pemahaman mereka tentang memulai berwirausaha. Saking banyaknya yang berpendapat jika wirausaha kini, membutuhkan modal yang sangat besar tapi tidak setiap bulannya kita bisa mendapatkan untung yang besar. Juga banyak yang berpendapat jika berwirausahaan membutuhkan waktu yang lama dan lebih baik menjadi pekerja kantoran saja. Itu adalah pendapat buruk tentang berwirausahaan yang kini menjedi momok masyarakat untuk berwirausaha.

hal yang tidak benar tersebut lebih baik dibuang jauh jauh dari pikiran kita hingga hanya ada suatu pandangan positif saat kita memikirkan untuk menjadi seorang wirausaha. Banyaknya masyarakat yang beranggapan jika bekerja di sebuah perusahaan sudah tentu akan mencukupi kebutuhan hidupnya, dan juga mereka juga tidak perlu menyiapkan modal untuk memulainya. Tapi jika perusahaan tersebut adalah perusahaan kolap maka mereka tidak mau menanggung beban yang besar baik mental dan materi.

Itu adalah momok wirausaha yang mengakibatkan banyaknya masyarakat indonesia lebih memilih untuk menjadi pekerja kantoran dan tidak memilih untuk mendirikan suatu usaha sendiri. Memang benar jika dipikir secara logis alasan tersebut dapat diterima tapi mungkin lebih menyenangkan lagi
jika anda telah menemukan titik terang berwirausaha sendiri..

Suatu keyakinan adalah modal yang besar dan wajib anda miliki jika anda menginginkan untuk mendalami lebih dalam bidang kewirausahaan. Dan anda harus siap menghadapi suatu permasalahan yang menghalangi usaha anda. Atau mungkin saat masalah itu memang terjadi berarti anda harus tetap sabar saat menyelesaikannya.

Jika kita mengalami ketakutan dalam berwirausaha atau wiraswasta sebenarnya sangatlah tidak cukup beralasan. Di era saat ini yang sudah mengalami perubahan serba cepat, membuka atau mendirikan usaha sendiri sangatlah mudah. Tidak lagi membutuhkan suatu modal yang sangat besar, sewa tempat untuk kantor dengan pengeluaran biaya sewa yang mahal, ataupun melakukan sewa iklan yang dicetak ribuan lembar.

Yang dibutuhkan hanyalah kemampuan akan komputer dasar dan tau akan pemahaman sebuah internet. Menjalani sebuah usaha di dunia maya bisa anda jalankan karena memiliki dampak nyata di kehidupan anda. Bisa dikatakan, usaha di jaman sekarang bisa anda lakukan secara online ataupun dalam sebuah jaringan internet.

Di sini, tentunya anda pasti bertanya-tanya bagaimana cara untuk memulainya? karena bisnis yang dilakukan secara online termasuk suatu bisnis yang baru dikenal oleh masyarakat di Indonesia. Banyak sekali akan keregu-raguan dalam pikiran, bagaimana bisa kita mendapatkan uang dari dunia maya tersebut?. Wajarlah jika kita bertanya seperti itu, mengingat anda belum mengenal akan gambaran prosesnya. Kerugian yang sudah menghantui serta bagaimana mendapatkan keuntungan sudah menjadi pertanyaan besar di pikiran anda.

SUMBER:
Suryana, Kewirausahaan: Pedoman praktis kiat dan proses menuju sukses, Jakarta:
Salemba Empat, 2006.

Jumat, 02 Oktober 2015

5 contoh Pengusaha UKM Sukses



 Nama Kelompok (Anggrek):

-Alfian Cahya
-Anisa Putri Utami 
-Siti Nuraisiah

Kelas:

2ddo1
MANAJEMEN PEMASARAN 
UNIVERSITAS GUNADARMA


Jumat, 2 Oktober 2015



Di dunia ini ada dua macam pengusaha. Yang pertama, mereka yang mendapat warisan usaha dari orang tua. Kedua, mereka yang memulai usaha dari nol.

Pengusaha golongan pertama lebih beruntung karena tinggal melanjutkan usaha yang telah dirintis orang tua. Berbeda dengan pengusaha golongan kedua, yang harus merasakan perjuangan membuka usaha dari bawah.

Untuk mewujudkan impian menjadi pengusaha sukses, mereka membangun usaha kecil-menengah (UKM) dengan optimisme dan semangat pantang menyerah. Perjuangan dimulai dengan mencari modal. Bank yang menyediakan pinjaman untuk merintis usaha pun menjadi salah satu pihak yang turut berkontribusi terhadap kesuksesan mereka.

Berikut ini 5 kisah pengusaha UKM yang sukses, yang dapat menjadi inspirasi kita semua:
  
1. Bob Sadino 

Almarhum Bob Sadino barangkali adalah pengusaha paling nyentrik yang kita kenal di Indonesia.
Mendiang Bambang Mustari Sadino alias Bob Sadino adalah salah satu contoh pengusaha sukses yang sebelumnya pontang-panting ketika merintis bisnis. Sempat menjadi karyawan perusahaan berstatus badan usaha milik negara selama 9 tahun, Bob memutuskan keluar dari pekerjaan itu dan menjadi pengusaha.


Tapi usahanya tak langsung sukses. Bisnis sewa mobil yang ditekuninya mandek. Dia terlibat kecelakaan ketika menyopiri mobil Mercedes-Benz yang dia sewakan, sehingga tak bisa melanjutkan usaha itu.


Bob kemudian menjadi buruh bangunan dengan upah harian. Tapi saat itu dia melihat ceruk bisnis lain: peternakan ayam. Akhirnya, dengan modal pinjaman dari tetangganya yang merupakan purnawirawan militer yang tertarik dengan bisnis peternakan, Bob memulai usaha berdagang telur negeri.


Bob memasarkan sendiri telurnya dari rumah ke rumah para ekspatriat di sekitar tempat tinggalnya di Kemang, Jakarta Selatan. Akhirnya, berkat keuletannya, usahanya sukses dan dia mendirikan Kem-Chicks, supermarket terkenal yang menjual beragam produk pertanian dan peternakan.


2. Gibran Rakabuming



Anak Presiden RI Jokowi aja mengandalkan pinjaman ke bank untuk mengembangkan usaha kateringnya, masak Anda enggak?


Nama Gibran Rakabuming melejit setelah ayahnya, Joko Widodo, menjadi Gubernur DKI Jakarta dan kemudian Presiden Indonesia. Jokowi merupakan pebisnis mebel, tapi Gibran tak mau menebeng bisnis itu. Dia malah ngotot mendirikan usaha sendiri di bidang katering dan wedding organizer.


Namun kengototannya berbuah manis. Dia memulai bisnisnya dengan mencari pinjaman dari bank, sebab ayahnya ingin dia mandiri. Dari tujuh proposal permohonan yang dikirim ke bank, hanya satu yang tembus.


Dari modal itulah dia membangun Chili Pari. Mulanya dia hanya melayani pesanan dalam jumlah kecil. Namun kemudian dia mulai menangani order besar dengan jumlah tamu hingga ribuan orang.


Saat ayahnya menjabat Wali Kota Solo, dia tak mau melayani order dari pemerintah setempat karena khawatir dianggap bermain mata. Kini, setelah ayahnya hijrah ke Jakarta sebagai presiden, Gibran lebih leluasa menjalankan bisnisnya yang semakin meningkat.


3. Susi Pudjiastuti



Ibu Menteri, Susi Pudjiastuti, berpose dari balik jendela pesawatnya. Susi Pudjiastuti adalah pengusaha yang nyentrik dan tegas. Kesuksesannya merintis bisnis dari nol di bidang perikanan dan penerbangan membuatnya dianggap layak menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan di era pemerintahan Joko-Widodo-Jusuf Kalla.

Susi hanya mengantongi ijazah SMP lantaran drop out saat SMA. Dia lebih memilih berbisnis sebagai pedagang pengepul ikan di Pangandaran ketimbang sekolah. Perhiasannya dia jual untuk memodali bisnis itu.
Bisnis perikanan Susi kian maju dari tahun ke tahun. Akhirnya, dengan meminjam dari bank, dia membeli sebuah pesawat untuk mempermudah pengangkutan produk lautnya. Kemudian dia menambah satu demi satu pesawat dan mendirikan maskapai Susi Air yang melayani carteran serta rute di pedalaman.

 4. Sunny Kamengmau


Sunny Kamengmau sukses menciptakan tas Robita yang digemari di Jepang.
Sunny Kamengmau adalah pria asal Nusa Tenggara Timur yang sukses menciptakan dan memasarkan tas merek Robita. Tas ini sangat populer di Jepang, bahkan di kalangan sosialita kelas atas di sana.
Sunny tak pernah lulus SMA. Bermodal nekat, dia pergi ke Bali untuk menjadi tukang sapu di sebuah hotel. Karena kinerjanya bagus, dia lalu diangkat menjadi satpam.
Selama bekerja di hotel itu, dia tekun belajar bahasa Inggris dan Jepang. Bahkan gaji pertamanya dia sisihkan sebagian untuk membeli kamus bahasa asing itu.
Pekerjaannya di hotel itu kemudian mempertemukannya dengan pengusaha asal Jepang yang memintanya memasok tas kulit ke Negeri Matahari Terbit itu. Namun usahanya tidak ujug-ujug sukses. Bahkan dia sempat nyaris kehilangan semua penjahit tas karena usahanya tak maju-maju.
Pelan tapi pasti, dia memperkokoh usahanya hingga mampu merekrut 100 karyawan. Tasnya amat digemari kalangan jetset di Jepang. Tak hanya di Jepang, Sunny pun menargetkan menguasai pasar tas berkualitas di Indonesia.

5. Reza Nurhilman
Reza, pengusaha muda yang sukses dengan keripik maicih-nya 
Reza Nurhilman adalah pemuda di balik populernya “keripik setan” Maicih. Berpikir out of the box, Reza memulai bisnis keripik singkong super pedas ini sendirian pada usia 23 tahun. Dia mendirikan UKM ini dengan menggandeng produsen keripik lokal di Bandung.

Bermodal awal Rp 15 juta, Reza memasarkan produknya dari mulut ke mulut dan memanfaatkan situs jejaring sosial Twitter. Dia lalu menerapkan pola keagenan yang disebutnya “jenderal” untuk lebih dapat menjangkau konsumen.
Kesuksesan Maicih bahkan menginspirasi orang lain untuk membuat produk serupa. Ada yang mengambil singkong sebagai bahan baku. Ada pula yang mengambil bahan lain untuk dijadikan keripik, seperti ubi.
Yang menakjubkan, pengusaha keripik-keripik pedas itu rata-rata berusia muda, dan sukses. Mungkin mereka terinspirasi kreatifitas Reza dalam memasarkan Maicih hingga ke luar kota.

Itulah 5 kisah pebisnis sukses yang memulai usaha dari nol. Ya, ketiadaaan modal adalah masalah bagi mereka, tapi mereka mampu mengatasi masalah itu dengan jalan masing-masing. Siapkah kamu bergabung dengan kelompok wirausaha UKM sukses ini?. Atau masih terkendala dengan modal?
Sumber:
  • http://cdn.metrotvnews.com/dynamic/content/2015/01/20/347535/VCDgY9bl2x.jpg?w=668
  • http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/754985/big/027881100_1414044041-Chili_Pari_Bisnis_Katering_Gibran.jpg
  • https://anekainfounik.files.wordpress.com/2014/10/foto-susi-pudjiastuti-pengusaha-perikanan-dan-penerbangan.jpg
  • http://indonesiayoungentrepreneurs.com/wp-content/uploads/2012/03/Iye-46.jpg